Riwayat
2023 – 2026
Satu keputusan: mencoba.
Pada 2023, RT 08 tidak berbeda dari 30.510 RT lain di Jakarta. Gang sempit, beton penuh, sampah menumpuk, selokan yang hanya mengalirkan air kotor. Yang membedakan hanya satu hal.
Cerita
Semuanya berawal dari lingkungan yang biasa
Malaka Jaya bukan kawasan elit, bukan laboratorium besar, bukan proyek dengan anggaran tanpa batas. Ini lingkungan tempat orang hidup. Ada keluarga, anak-anak, para ibu, para pekerja — menghadapi persoalan yang sama seperti banyak lingkungan lain.
Sampah. Keterbatasan lahan. Kebutuhan pangan. Persoalan yang sering dianggap terlalu kecil untuk diperhatikan, tetapi terlalu besar jika dibiarkan.
Di tempat seperti itu tumbuh satu pertanyaan: jika kita menunggu semuanya siap, kapan kita akan mulai?
Perubahan tidak datang sendiri
Langkah pertamanya kecil. Membicarakan sampah. Membersihkan lingkungan. Mengajak warga. Mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan.
Tidak semuanya langsung berhasil. Tidak semua orang langsung percaya. Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Tetapi setiap proses meninggalkan satu pelajaran: perubahan tidak harus sempurna untuk bisa dimulai.
Ketika perubahan tidak lagi milik satu orang
Pada awalnya hanya sedikit yang percaya. Namun ketika hasilnya mulai terlihat, harapan mulai menular. Warga terlibat. Anak-anak belajar. Para ibu mengambil peran. Pemuda melihat peluang. Di titik itu, perubahan berhenti menjadi milik satu orang.
Belajar melihat masalah dengan cara lain
Sampah bukan hanya sampah. Lahan sempit bukan hanya keterbatasan. Selokan bukan hanya saluran air. Dari cara pandang itulah berbagai inovasi tumbuh — bukan karena kami punya semua sumber daya, tetapi karena kami belajar memakai apa yang ada.
Pintunya dibuka, termasuk untuk yang belum selesai
Sekolah datang untuk belajar. Mahasiswa datang untuk melihat. Pemerintah dan berbagai lembaga datang untuk memahami. Setiap kunjungan membawa satu pengingat bagi kami: kami bukan sedang menunjukkan bahwa kami sudah selesai.
Karena itu pintunya dibuka lebar. Agar yang datang tidak hanya melihat apa yang berhasil, tetapi juga prosesnya, kesulitannya, dan kegagalannya.
Catatan
tahun demi tahun
Yang terjadi, tahun demi tahun
Sebelum ada apa-apa
Empat puluh satu kepala keluarga di kawasan padat tanpa ruang hijau. Tidak ada program lingkungan, tidak ada pemilahan sampah, tidak ada pencatatan yang bisa diperiksa warga. Semua sampah pergi ke Bantar Gebang.
2023
Membaca tanahnya lebih dulu
Program pertama bukan kampanye, melainkan lubang biopori dan sumur resapan — dirancang dari pembacaan kondisi air tanah setempat. Warga tidak diminta percaya pada gagasan; mereka diminta memperhatikan air sumur mereka sendiri. Beberapa bulan kemudian, mereka melihat bedanya.
2023
Warga menjadi pelaksana
Pelatihan pilah sampah untuk seluruh 41 KK. Empat jalur dibangun sekaligus: biopori, komposter, budidaya maggot, dan bank sampah. Yang bekerja adalah warga, bukan petugas yang didatangkan.
Pertengahan 2023
Program berubah menjadi siklus
Fasilitas maggot BSF menyambungkan bagian-bagian yang tadinya berdiri sendiri. Sampah organik menjadi pakan, pakan menjadi lele, lele menjadi abon, abon menjadi pemasukan. Sejak titik ini, program tidak lagi bergantung pada antusiasme.
2024
Semuanya dicatat dan dibuka
Sistem RTOnline dibangun. Keuangan RT, iuran, dan penggunaan donasi bisa diperiksa warga kapan saja. Pada tahun yang sama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meresmikan RT 08 sebagai media percontohan pembelajaran pencegahan krisis planet.
2024
Orang lain mulai menyalin
Walikota Banjarmasin datang bersama jajarannya. Metodenya dibawa ke Cirebon. Seluruh RW 04 mengadopsi program pilah sampah. Delegasi dari luar negeri berdatangan. Mei 2026, Laboratorium Hidup Pengelolaan Lingkungan Terpadu diresmikan.
2025 – 2026
Mengapa berbentuk yayasan
Gerakannya milik warga. Yayasannya alat untuk membawanya keluar.
Yayasan Hidup Jaya Abadi tidak turun dari atas. Ia tumbuh dari warga RT 08 sendiri — ibu-ibu yang memikirkan kesehatan keluarga, bapak-bapak yang ingin lingkungannya layak, dan anak-anak muda yang punya tenaga.
Yayasan dibentuk ketika kebutuhannya berubah. Selama semuanya terjadi di dalam satu RT, gotong royong sudah cukup. Begitu kota lain meminta pendampingan, kampus meminta akses penelitian, dan perusahaan menawarkan dana CSR, dibutuhkan badan yang bisa menandatangani perjanjian, menerima dana, dan bertanggung jawab secara hukum.
Itulah pembagiannya sampai hari ini: RT 08 adalah tempat model ini diuji. Yayasan adalah kendaraan yang membawanya ke tempat lain.
Penggagas
Dr. Taufiq Supriadi

Lulusan magister Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung, dengan sertifikasi profesional di bidang perubahan iklim dan kesehatan planet.
Latar geodesi itu bukan detail biografis — itu penjelasan mengapa urutannya berhasil. Ia tidak memulai dari program yang paling terlihat, melainkan dari yang paling bisa diukur: ke mana air pergi, seberapa dalam ia meresap, dan apa yang berubah setelahnya.
Indonesia hanya butuh fondasi yang kuat. Fondasi itu adalah RT.
Daftar lengkap kualifikasi akademik dan sertifikasi profesional tersedia dalam riwayat hidup yang dapat diunduh.
Mitra pelaksana
Yang mengerjakan bersama kami
PT Aruna Hijau Power
Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya untuk ketahanan energi lingkungan padat penduduk, April 2026.
PT Jasa Raharja
Pemberdayaan komunitas peduli keselamatan lalu lintas dan pencegahan krisis planet.
PT Hilon Indonesia & Inocycle
Kunjungan dan penjajakan kerja sama daur ulang dari Korea Selatan, Januari 2026.
Kementerian Lingkungan Hidup
Peresmian RT 08 sebagai media percontohan pembelajaran pencegahan krisis planet, 2024.