Hal besar lahir
dari langkah kecil.
Semua berawal dari kita — dan dari keyakinan sederhana bahwa kebaikan bisa dimulai dari tempat kita berdiri.
Bukan sekadar angka, tapi perjalanan bersama
Setiap angka di sini punya cerita dan sumber yang bisa diperiksa.
Ia bukan tujuan, melainkan penanda sejauh mana kita sudah melangkah — dan seberapa jauh lagi kita bisa berjalan.
Perjalanan yang bisa ditelusuri
Bukan sekadar angka, tapi jejaring, indeks, dan kerangka kerja yang menandai sejauh mana langkah ini sudah berjalan — dari mitra replikasi di berbagai kota, jejaring inovasi lintas negara, sampai keselarasan dengan standar tata kelola.
Mitra Replikasi, Kolaborasi & Kampung Smartfren
Peta jejaring kemitraan komunitas se-Indonesia yang mereplikasi praktik baik RT 08 — meliputi 8 mitra aktif di 5 provinsi, ekspansi 22 kelurahan Kota Cirebon, serta 37 titik Kampung Smartfren dan 5 kota replikasi Survival Architecture Indonesia.
Gunakan tombol + / − atau scroll untuk perbesar & perkecil. Klik tiap titik untuk detail. Perkecil untuk melihat jejaring internasional.
Jejaring Inovasi Internasional
Praktik baik Survival Architecture Indonesia / Eco EduFarm Indonesia telah disosialisasikan kepada pemerintah, akademisi, lembaga, dan komunitas di sepuluh negara sebagai rujukan pengelolaan sampah dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.






Mitra Akademisi
33 bulan dan terus berjalan berkontribusi untuk Indonesia — bersama perguruan tinggi yang telah belajar, meneliti, dan berkolaborasi dalam praktik pengelolaan sampah dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
SDGs Terlaksana
Program lingkungan, sosial, dan ekonomi warga berkontribusi terhadap 11 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, sesuai konteks kebutuhan lingkungan permukiman.
Indeks Harmoni Indonesia (IHaI)
Rata-rata cakupan program RT 08 terhadap lima dimensi IHaI (Kemendagri), gabungan website resmi, media eksternal, dan catatan kegiatan warga.
Asta Cita
Pendekatan pembangunan berbasis komunitas RT 08 memiliki keterkaitan dengan delapan poin Asta Cita — dari penguatan Pancasila dan ketahanan pangan sampai membangun dari bawah serta harmoni manusia dan alam.
ISO 26000
Tujuh isu inti tanggung jawab sosial ISO 26000 diterapkan melalui program komunitas yang terdokumentasi — didukung foto lapangan, publikasi media, dan referensi ilmiah, bersama 10+ kemitraan strategis dan 45 program.
Angka menandai perjalanan, bukan tujuan akhir. Sumber lengkap dapat ditelusuri melalui halaman transparansi, arsip liputan, dan peta jejaring kemitraan.
Semuanya dimulai dari mendengarkan
Bukan dari program besar, bukan pula dari kampanye. Yang pertama kami lakukan justru sederhana: membaca kondisi air tanah di bawah gang sendiri.
Dari situ lahir lubang biopori dan sumur resapan. Warga tidak diminta percaya pada gagasan besar — cukup memperhatikan air di rumah mereka.
Seorang tetangga berusia 84 tahun bercerita, air sumurnya kini lebih bening. Kepercayaan kecil seperti itulah yang menuntun langkah-langkah berikutnya.
Indonesia hanya butuh fondasi yang kuat. Fondasi itu adalah RT.
Founder Hidup Jaya Abadi & Survival Architecture Indonesia
Yang perlahan berubah, bersama-sama
Pilih satu bidang, dan lihat perjalanannya dari 2023 sampai hari ini.
Ketika satu langkah baik menghidupkan langkah berikutnya
Perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang cukup dengan melihat kembali apa yang ada di sekitar kita.
Kami pun tidak langsung menemukan bentuknya. Ada yang dicoba, ada yang belum berhasil, lalu diperbaiki sedikit demi sedikit — sampai pola sederhananya muncul: apa yang tadinya masalah, ternyata bisa menjadi bagian dari solusi.
Survival Architecture Indonesia HKI
Kerangka pembelajaran yang lahir dari lapangan, menghubungkan tiga hal yang dekat dengan keseharian: People, Planet, dan Prosperity.
Dipelajari peserta dari berbagai negara · Sumber: Liputan6
Model Eco Edu Farm Indonesia HKI
Cara kami menerjemahkan ekonomi sirkular ke kegiatan warga. Sampah organik bukan sesuatu yang dibuang, tapi bahan yang bisa kembali menjadi pangan, pembelajaran, dan peluang ekonomi.
Tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual
Contoh paling sederhana adalah perjalanan sampah organik hingga kembali menjadi manfaat. Setiap tahap saling terhubung, dan setiap orang bisa mengambil peran sesuai kemampuannya.
Sampah organik
Dipilah dari rumah, dikelola bersama.
Maggot BSF
Mengurai bahan organik menjadi biomassa.
Budidaya ikan
Menopang ketahanan pangan lingkungan.
Produk olahan
Bernilai tambah bagi warga.
Manfaat bersama
Kembali kepada warga dan lingkungan.
Siklus ini terus tumbuh — pupuk organik, kolam gizi, urban farming, dan lainnya. Kami percaya setiap lingkungan punya jalannya sendiri. Yang penting bukan meniru persis, tapi menemukan langkah baik yang paling pas untuk tempat masing-masing.
Pembukuan yang terbuka untuk semua
Kepercayaan tumbuh dari keterbukaan. Karena itu setiap rupiah bisa dilihat siapa saja — oleh warga, dan oleh publik.
Warga bisa melihat kas
Penerimaan, pengeluaran, saldo bulan berjalan, dana abadi, dan total kas keseluruhan.
Donasi bisa ditelusuri
Setiap dana masuk tercatat beserta penggunaannya, bukan hanya jumlah totalnya.
Dana CSR dilaporkan terpisah
Mitra bisa melihat ke mana dananya pergi tanpa harus meminta laporan khusus.
Jika bisa dimulai di sini, bisa juga di tempat lain
Yang membanggakan, bukan kami yang mengajak. Tiga tempat memilih untuk memulai sendiri — dan itu pertanda kebaikan memang bisa menular.
RW 04 Malaka Jaya
Program pilah sampah RT 08 diadopsi seluruh RW. Lurah dan Ketua RW memimpin sosialisasi ke setiap RT.
Mei 2026
Sumber: BeritaJakartaKota Banjarmasin
Walikota bersama Sekda dan kepala dinas datang langsung untuk mengamati dan mengadaptasi modelnya.
November 2025
Sumber: Warta NusantaraCirebon
Metode pengelolaan sampah RT 08 dibagikan langsung kepada pemerintah dan komunitas setempat.
Juni 2026
Sumber: detikJabar
Gangnya, warganya, kebersamaannya




Semua foto diambil langsung di lokasi — apa adanya, termasuk masa-masa ketika hasilnya belum seperti sekarang.
Cerita yang diceritakan ulang oleh orang lain
detikINET
13 Agu 2026BukaRT Punya Lele di Selokan, Dananya dari Mana?
Menelusuri sumber pendanaan dan sistem pembukuan terbuka RT 08.
dml.or.id
Mei 2026BukaKawasan padat kota menjadi laboratorium hidup pengelolaan lingkungan
Peresmian Laboratorium Hidup Pengelolaan Lingkungan Terpadu.
Metro TV
Feb 2026BukaWarga RT 08 Malaka Jaya terapkan zero waste
Penerapan konsep triple bottom line di tingkat RT.
Liputan6
18 Jan 2026BukaKorea Selatan tertarik program lingkungan RT 08
Kunjungan direksi PT Hilon Indonesia dan Inocycle.
Warta Nusantara
20 Nov 2025BukaWalikota Banjarmasin kunjungi RT 08 untuk belajar pengelolaan lingkungan
Kunjungan replikasi tingkat kota pertama.
Kompas
5 Nov 2025BukaKetua RT di Duren Sawit bangun kolam lele di selokan
Liputan pertama tentang inovasi U-ditch.
Arsip lengkap termasuk Media Indonesia, The Iconomics, Tribunnews, Tempo Jakarta, Good News From Indonesia, dan CCTV Tiongkok.
Kebaikan tidak perlu menunggu
Kita sering menunggu waktu yang tepat, tempat yang sempurna, atau seseorang yang memulai lebih dulu.
Perjalanan ini mengajarkan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar sempurna untuk memulai. Yang ada hanya keputusan — untuk peduli, untuk mencoba, untuk bergerak.
Mulailah dari yang dekat: dari rumah, dari lingkungan, dari tempat kita berdiri. Karena perubahan besar sering dimulai dari satu orang yang percaya, lalu diikuti yang lain.
Kami masih terus belajar. Dan setiap pembelajaran terasa lebih berarti ketika dibagikan.
Mari bergerak bersama
Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendirian. Ceritakan Anda datang dari mana, dan kami akan bersama mencari jalan yang tepat — dijawab langsung oleh pengurus.
Bersama, kita hidup jaya abadi.
Perusahaan & CSR
Program dengan pelaporan terbuka dan dampak yang bisa ditelusuri sampai ke penggunaannya.
Pemerintah daerah
Adaptasi model untuk RT, RW, kelurahan, atau desa di wilayah Anda.
Kampus & sekolah
Kunjungan belajar, penelitian lapangan, dan pengabdian masyarakat.
Komunitas lain
Pendampingan replikasi, termasuk perkiraan biaya dan kesalahan yang sebaiknya dihindari.